Waterproofing Membrane Bakar Pada Area Cool Room

Waterproofing membrane bakar untuk area cool room

proses waterproofing membrane bakar

Waterproofing membrane bakar untuk area cool room menjadi bahasan artikel kali ini.

Pekerjaan waterproofing biasa dilakukan pada struktur beton area atap bangunan atau dibawah lantai toilet gedung dengan maksud untuk mencegah terjadinya kebocoran atau mencegah terjadinya penetrasi air, namun dapat juga diaplikasikan pada ruang pendingin atau Cold Room seperti halnya pada proyek Supermarket Superindo di wilayah Citra Garden II Kalideres.


catatan : material membrane bakar tidak kami rekomendasikan untuk digunakan pada area cool room atau cold storage, mengingat sifat material waterproofing membrane yang berbahan dasar bitumen sangat rentan akan kondisi tertentu yang kan kami ulas pada artikel berikutnya, dan alasan kami tetap menggunakan material ini pada area cool room pada proyek ini hanya karena spesifikasi penggunaan material sudah diputuskan pemberi tugas.

Material yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah membrane bakar Sika Bituseal ex Sika.  Luas volume area 84,8455m2.  Ada berbegai macam jenis membrane bakar, yaitu :

                      Produk                                         Spesifikasi

    • Membrane Plain                              Tebal 2,0 mm Polymer Surfaced
    • Membrane Sand                             Tebal 3,0 mm Sand Surfaced
    • Membrane Mineral                          Tebal 3,0 mm Granule Surfaced
    • Membrane Swimming PoolTebal 4,0 mm Sand/Polymer Surfaced

Kali ini kami menggunakan membrane sand dengan spesifikasi ketebalan 3,0 mm Sand Surfaced karena area pekerjaan untuk ruang pendingin. Pekerjaan waterproofing memerlukan pengawasan yang baik dan benar agar tidak terjadi kebocoran yang tentunya akan sangat merepotkan dikemudian hari.

Dalam pengerjaannya, terlebih dahulu lantai kerja dibersihkan dari minyak, dari debu, dan kotoran-kotoran yang menempel sampai benar-benar bersih, kemudian melapisi permukaannya dengan primer menggunakan roll ataupun kuas. Kemudian pada permukaan yang telah disiapkan tersebut dibentangkan lembaran material membrane dan menempatkan posisi lembaran agar lebih baik sehingga membentuk pola dan kemudian dilakukan proses pembakaran dengan heating tips kemudian direkatkan pada permukaan beton sampai benar-benar melekat tanpa merubah posisi lembaran pada susunan pola sebelumnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s