Arsip Tag: waterproofing membrane bakar

Jenis – Jenis Waterproofing

Jenis – Jenis Waterproofing berdasarkan Fungsi dan Karakternya ada beberapa macam. Pada Artikel ini akan dijelaskan mengenai berbagai jenis waterproofing yang sering digunakan pada gedung atau rumah tinggal, sebagai berikut berikut :

  1. Waterproofing berbahan dasar Semen

Pelapis bocor yang berbahan dasar utama semen dan acrylic terdiri atas 2 komponen. Yaitu komponen bubuk dan cairan yang dikemas terpisah siap untuk di campurkan dan diaduk rata. Ketika masih basah campuran akan berbentuk pasta, dan setelah kering akan menjadi lembaran tipis yang fleksibel, kedap air dan kuat. Tujuannya untuk melapisi beton (agar kedap air) pada daerah – daerah basah seperti : toilet, kamar mandi, dapur, kolam, tangki air, juga melindungi area atap beton dan talang air. Pemakaian lain adalah sebagai lapisan pelindung beton dan tulangnya dari gas–gas yang dapat merusak beton beton seperti karbondioksida, khlorida, dan lainnya. Bahan ini dapat diaplikasikan pada bidang vertikal dan horisontal pada permukaan beton.

Komposisi bahan :
Cairan mengandung bahan semacam karet (latex) berkualitas tinggi yaitu acrylic dan tambahan beberapa bahan kimia berbentuk cairan. Bahan bubuknya mengandung semen tipe 1, pasir silica sangat halus dan juga bahan kimia tambahan berbentuk bubuk.

Keunggulan :

  • Tidak beracun
  • Mudah dan praktis diaplikasikan dengan kuas pada area yang sempit.
  • Daya lekat yang sangat baik.
  • Bersifat permeable (dapat ditembus) oleh uap air sehingga tidak terjadi akumulasi tekanan dari uap air yang terevaporasi dari beton.
  • Fleksibel sehingga mampu menjembatani retak-retak beton, menjaga air tidak masuk melalui celah atau  retak.
  1. Waterproofing Membrane

Ada 2 jenis waterproofing membrane berdasarkan material dan cara pengaplikasiannya, diantaranya :

  • Waterproofing membrane bakar

Material membrane terbuat dari bitumen dengan ketebalan 3 mm berwarna hitam. Untuk melapisi permukaan beton  dengan cara dipanaskan atau dibakar pada satu sisi permukaan lembaran  hingga meleleh dan ditempelkan ke permukaan beton yang berfungsi agar permukaan beton dan strukturnya menjadi kedap air. Digunakan terutama untuk melindungi struktur beton yang luas seperti atap beton, basement, tangki air, kolam renang, terowongan dan lainnya. Sistem aplikasi bahan ini adalah pada bidang positif beton dan juga bidang negatif beton.

Komposisi bahan :
Dibuat dari bitumen yang telah dimodifikasi dengan resin khusus, penstabil dan antioksidants, dan diperkuat dengan serat polyester tidak ditenun (non-woven polyester fabric) 200 gram/m2

Keunggulan :

  • Tidak mudah terpengaruh cuaca dan suhu, aman digunakan di daerah terbuka.
  • Penggunaan serat polyester yang tinggi, menambah ketahanan terhadap gaya tarik
  • Cepat dan praktis dalam pemasangannya pada area yang luas.
  • Ketebalan yang terjamin karena dibuat di pabrik dengan mesin khusus mengurangi  resiko ketidak teraturan akibat aplikasi di lapangan.
  • Kelenturan material yang  baik, cukup untuk beradaptasi terhadap pergerakan, retak ataupun penyusutan dari beton di bawahnya.
  • Aman untuk aplikasi pada sambungan stop cor/ construction joint.

 

  • Waterproofing membrane tempel

Materialnya terbuat dari bahan bitumen dengan salah satu sisi memiliki perekat yang berfungsi sebagai pengikat antara permukaan beton dan  melindungi beton dari air dan aliran yang dapat menembusnya. Cocok untuk area luas seperti atap beton, kolam renang, tangki air, dinding dan lantai ruang bawah tanah, dll.  Sistem aplikasi bahan ini adalah pada bidang positif beton dan juga bidang negatif beton.

Komposisi bahan :
campuran dari bahan polyester yang memiliki kadar kepadatan tinggi dan semacam bitumen karet pilihan dengan ketebalan 1 mm sampai dengan 2 mm.

Keunggulan :

  • Cepat dan praktis dalam pemasangannya.
  • Ketebalan yang terjamin karena dibuat di pabrik dengan mesin khusus, mengurangi resiko ketidak teraturan akibat variasi permukaan beton di lapangan.
  • Ketahanan cukup tinggi terhadap zat-zat kimia dari tanah agresif.
  • Kelenturan material yang sangat tinggi, cukup untuk beradaptasi terhadap pergerakan, retak ataupun penyusutan dari beton dibawahnya.
  1. Waterproofing berbahan dasar Polyurethane

Bahan material ini berbentuk pasta dan dikemas dalam pail, praktis dan siap pakai. Sangat efektif untuk diaplikasikan pada area  lapisan dinding luar (exterior) dan lantai termasuk kamar mandi, balcony, wet kitchen,  garbage room, dll.

Setelah aplikasi pada permukaan mengering  akan membentuk lapisan  karet yang fleksibel.
Lapisan kedap air ini  diperuntukan untuk lapisan luar maupun dalam ruangan dan mempunyai ketahanan terhadap cuaca. Bahan kedap air ini memiliki ketahanan terhadap kimia seperti zat asam anorganik ringan, solar, minyak,  garam, dan zat organic lainnya.
Tingkat ketahanannya terhadap tekanan air  dapat disesuaikan dengan tebal lapisan.

Keunggulan :

  • Tidak beracun
  • Mudah dan praktis diaplikasikan dengan kuas pada area yang sempit.
  • Daya lekat yang sangat baik.
  • Bersifat permeable (dapat ditembus) oleh uap air sehingga tidak terjadi akumulasi tekanan dari uap air yang terevaporasi dari beton.
  • Fleksibel sehingga mampu menjembatani retak-retak beton, menjaga air tidak masuk melalui celah atau  retak.
  1. Waterproofing berbahan dasar Kristal

Bahan tambahan yang diaplikasikan pada permukaan beton atau dicampur kedalam beton segar sebelum pengecoran  agar lantai dan dinding beton menjadi kedap air. Mengandung komponen aktif yang dapat masuk dan meresap ke dalam pori–pori beton, akan bereaksi dengan air dan kapur bebas (free lime) hasil reaksi semen dan air. Campuran ini akan berubah menjadi kristal padat yang permanen di dalam pori–pori tersebut. Kristal ini akan menyumbat jalan air sehingga beton tidak dapat ditembus air. Sangat cocok digunakan untuk lantai dan dinding beton yang bertekanan air tinggi, misalnya : ruang bawah tanah (basement), tunnel, waduk, ground tank dan lain sebagainya.

Proses pembentukan kritalisasi dalam beton pada kedalaman  5 cm dari permukaan beton dan pengetesan bahan kristalisasi dilakukan dengan cara benda uji diletakkan di dalam cicin baja   (The Test Ring)  melalui TEL In-House Methods untuk menentukan faktor ketahanan  atau kekedapan  bahan kristalisasi  yang tidak  tembus  terhadap tekanan air pada permukaan  beton.

Komposisi bahan :
Mengandung semen, pasir sangat halus dan beberapa macam kimia aktif seperti silica dan turunannya.

Keunggulan :

  • Permanen mengisi pori – pori beton tanpa khawatir tergores atau sobek.
  • Reaktif terhadap kelembaban dan bereaksi terus selama bahan aktif masih tetap berada di pori – pori beton.
  • Tidak beracun, aman untuk daerah air minum.
  • Menghemat waktu konstruksi karena pemasangan bahan waterproofing dapat dilakukan bersamaan dengan    pengecoran beton (sistem tabur di atas permukaan beton  basah).
  • Dapat diplikasikan pada sisi positif dan negatif bidang permukaan beton.

Kelemahan :
Aplikasi waterproofing kristalisasi tidak cocok/ tepat apabila diigunakan untuk lantai atau dinding beton yang memiliki banyak  sambungan stop cor/ perhentian pengecoran beton (construction Joint) tanpa adanya  pemasangan waterstop pada sambungan tersebut.
Fokus aplikasi jenis waterproofing kristalisasi adalah pada area permukaan beton bidang positif atau negatif dan bukan pada sambungan beton atau plesteran yang dapat menyebabkan retak akibat muai susut.

 

  1. Waterproofing Integral

Tambahan material yang dicampurkan kepada beton normal dengan tujuan untuk meningkatkan sifat kedap air dari beton tersebut. Terdiri 2 komponen yaitu bubuk dan cairan. Digunakan pada struktur beton yang relative terlindung dari matahari terus menerus seperti dinding dan lantai basement, ruang-ruang bawah tanah, tangki air, kolam renang, dan lainnya. Bahan tambahan ini tidak dianjurkan untuk pemakaian di area atap yang langsung kena sinar matahari. Sistem pencampuran bahan  integral (cairan) ke dalam beton dengan cara dituang secara perlahan-lahan di mulut pengaduk ( truck mixer ) dengan dosis  5 – 6 liter/m3 beton sebelum penuangan atau pengecoran.
Integral waterproofing yang umum digunakan adalah cairan admixture untuk campuran beton  yang dirancang sedemikian rupa sehingga bereaksi dengan semen dalam beton dan membentuk jaringan-jaringan pada pori-pori kecil dalam adukan beton dan sekaligus memblokir  pori-pori sehingga beton tersebut menjadi kedap air (waterproof) setelah mencapai proses pengeringan/ pengerasan.

Keunggulan :

  • Menghemat waktu konstruksi karena pemasangan bahan waterproofing dilakukan bersamaan dengan pembetonan.
  • Pada ketebalan umum, biaya waterproofing menjadi relative sangat murah karena tidak dibutuhkan plesteran pelindung.
  • Secara tidak langsung, kwalitas beton yang dituang menjadi lebih baik.
  • Ketahanan beton terhadap serangan gas dan cairan agresif meningkat.

Kelemahan :
Aplikasi waterproofing Integral tidak cocok/ tepat apabila diigunakan untuk lantai atau dinding beton yang memiliki banyak  sambungan stop cor/ perhentian pengecoran beton (construction Joint) tanpa adanya  pemasangan waterstop pada sambungan tersebut.
Fokus aplikasi jenis waterproofing Integral adalah pada area badan beton (pori-pori) dan bukan pada sambungan beton atau plesteran yang dapat menyebabkan retak akibat muai susut.

 

Dari data yang kami jelaskan diatas, setiap jenis material masih terdapat beberapa karakteristik berbeda (tergantung merk dan inovasi pabrikan). Tentukan Aplikasi waterproofing yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan anda.

 

Untuk informasi lebih detail mengenai waterproofing, perbaikan bocor, dan sebagainya, dapat menghubungi kami dengan mengunjungi halaman “Hubungi Kami” atau KLIK DISINI untuk shortcut.

Iklan